Manajemen.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Muhammad Sonhaji, mahasiswa Program Studi Manajemen semester 8, berhasil meraih juara 1 atau medali emas pada kategori tanding dewasa putra kelas D dalam ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Kejuaraan tersebut digelar pada 4–5 April 2026 di GOR Lembah UGM, Yogyakarta, dan diselenggarakan oleh Pbeventorganizers.
Bagi Sonhaji, kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga buah dari proses latihan, disiplin, dan dukungan kuat dari tim Tapak Suci Umsida.
Mahasiswa yang akrab disapa Son itu mengaku cukup antusias saat kembali dipercaya tim untuk mengikuti ajang yang sama.
Ini merupakan kali kedua dirinya tampil di Paku Bumi Open setelah sebelumnya mengikuti kejuaraan serupa pada 2024 di Bandung.
“Cukup excited bisa dipercaya tim untuk ikut kembali, karena di semester 8 ini kegiatan perkuliahan mulai berkurang, dan bisa dikatakan ikut kejuaraan sekalian jalan-jalan,” ujarnya.
Selain aktif sebagai atlet Tapak Suci, Sonhaji juga tengah mengikuti program P2MW dan saat ini telah lolos seleksi internal serta menunggu hasil seleksi nasional.
Baca juga: Creative Visual Training 2026 Perkuat Keterampilan Konten Digital Aslab Manajemen
Persiapan Berbeda karena Bertanding Setelah Lebaran
Sonhaji menjelaskan bahwa persiapan menuju Paku Bumi Open 2026 cukup berbeda dibanding kejuaraan-kejuaraan sebelumnya.
Jadwal pertandingan yang berlangsung setelah Idulfitri membuat pola latihan harus menyesuaikan kondisi selama Ramadan.
Selama bulan puasa, para atlet menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing dengan program yang telah disusun oleh bidang prestasi.
Setelah Lebaran, mereka hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk kembali berlatih bersama dan mematangkan teknik pertandingan.
Meski singkat, masa persiapan itu tetap dijalani dengan serius.
Bahkan, Sonhaji menegaskan bahwa sebulan sebelum Ramadan, latihan rutin sudah dilakukan sebagai fondasi fisik dan teknik sebelum memasuki masa puasa.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesarnya ada pada menjaga kondisi tubuh agar tetap siap bertanding.
Latihan sore menjelang berbuka cukup menguras tenaga, tetapi hal tersebut justru menjadi bagian penting dalam membangun daya tahan dan mental tanding.
“Tantangannya ada pada menjaga kondisi tubuh agar siap untuk tanding. Latihan selama bulan Ramadan cukup menguras tenaga, apalagi saya latihannya di sore hari menjelang berbuka. Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lihat juga: Tampil Dominan, Muhammad Sonhaji Sabet Emas Paku Bumi Championship 2026
Bangun Percaya Diri dan Balikkan Keadaan di Gelanggang

Saat hari pertandingan tiba, Sonhaji tidak menampik bahwa dirinya sempat merasakan gugup.
Ia mengetahui lawan yang dihadapi berasal dari Universitas Airlangga, sehingga tekanan di awal pertandingan cukup terasa.
Namun, suasana berubah ketika ia mulai masuk gelanggang. Rasa percaya diri perlahan tumbuh dan membantunya membaca arah pertandingan.
Meski pada babak pertama belum terlalu mendominasi, Sonhaji mampu bangkit pada babak kedua dan mengambil alih permainan hingga unggul dengan selisih skor yang cukup jauh.
“Ketika memasuki gelanggang rasa percaya diri mulai terbangun, meski di babak pertama kurang mendominasi, memasuki babak kedua saya mulai bisa membaca permainan lawan dan menguasai jalannya pertandingan. Alhasil skor menang terpaut cukup jauh,” ungkapnya.
Kemenangan itu menjadi bukti bahwa kesiapan mental tidak kalah penting dibanding latihan fisik.
Kemampuan untuk tenang, membaca lawan, dan memanfaatkan momentum menjadi kunci keberhasilannya meraih emas.
Dukungan Tim dan Umsida Jadi Energi Tambahan
Sonhaji juga menekankan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan tim Tapak Suci Umsida yang saling menguatkan satu sama lain.
Di dalam tim, mahasiswa senior dan angkatan baru saling memberi motivasi agar tampil percaya diri dan maksimal saat bertanding.
Ia menilai suasana internal Tapak Suci sangat suportif, baik dalam urusan latihan maupun pengembangan diri.
Selain itu, dukungan Umsida juga dirasakannya sangat besar, mulai dari pendanaan kegiatan, transportasi, hingga dukungan moral dari bidang kemahasiswaan.
“Seluruh tim saling support, saling memotivasi. Dari Umsida supportnya cukup luar biasa, dari pendanaan event, transportasi, dan support moral dari kemahasiswaan,” katanya.
Setelah meraih emas di Paku Bumi Open 2026, Sonhaji menyampaikan bahwa tim Tapak Suci Umsida berencana mengikuti ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 pada pertengahan Mei mendatang.
Ia pun mengajak mahasiswa Umsida untuk tidak ragu bergabung dengan Tapak Suci.
Menurutnya, organisasi ini bukan hanya tempat belajar bela diri, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dalam disiplin, administrasi, pengalaman organisasi, hingga prestasi akademik dan nonakademik.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah















