Manajemen.umsida.ac.id – Secangkir kopi kini bukan hanya soal rasa. Konsumen juga menghitung harga sebelum memilih tempat singgah.
Pertimbangan itu terlihat dalam penelitian terbaru di Sidoarjo. Penelitian tersebut melibatkan Muhammad Adhitya Prayitno dan Misti Hariasih. Keduanya berasal dari Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Mereka meneliti minat beli konsumen Zack and Nad Cafe. Kafe tersebut berada di kawasan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 100 responden. Hasilnya memperlihatkan harga menjadi faktor paling kuat.
Baca juga: Work-Life Balance Bukan Kemewahan, tetapi Kunci Produktivitas di Era Manajemen Modern
Ketika Harga Menentukan Pilihan

Karena itu, harga menjadi bagian penting strategi pemasaran. Penelitian mengukur harga melalui empat indikator utama.
Indikatornya meliputi keterjangkauan, kesesuaian kualitas, daya saing, dan kebutuhan. Hasil regresi menunjukkan koefisien harga mencapai 0,371.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dua variabel lainnya. Koefisien lokasi tercatat sebesar 0,321.
Sementara promosi memiliki koefisien sebesar 0,267. Nilai signifikansi harga juga berada pada angka 0,000.
Hasil tersebut menunjukkan pengaruh harga sangat kuat. Menurut penelitian, harga wajar meningkatkan ketertarikan konsumen untuk membeli.
Menurutnya, hal ini penting bagi kafe lokal. Harga bukan sekadar angka pada daftar menu.
Harga juga membentuk persepsi tentang nilai yang diterima konsumen. Konsumen tetap mempertimbangkan kualitas sebelum memutuskan pembelian.
Lihat juga: International Fellowship Program Hadirkan Pakar Bahas Kebijakan Publik dan Iklim
Temuan Angka Menguatkan Pengaruh
Zack and Nad Cafe menawarkan menu dengan harga terjangkau. Rentang harga makanan dan minuman sekitar Rp10.000 sampai Rp25.000.
Rentang tersebut dinilai mampu menjangkau banyak kelompok konsumen. Peneliti melihat strategi harga itu mendukung minat pembelian.
Harga yang terlalu tinggi dapat mengurangi ketertarikan konsumen. Namun, harga terlalu rendah juga berisiko menekan keuntungan.
Karena itu, penetapan harga membutuhkan keseimbangan yang cermat. Keseimbangan tersebut harus mempertimbangkan kualitas dan daya beli.
Dalam penelitian, konsumen menginginkan kualitas sesuai kebutuhan mereka. Mereka juga mengharapkan harga yang dianggap masuk akal.
Penelitian menegaskan hubungan positif antara harga dan minat beli. “Semakin terjangkau harga, semakin besar kemungkinan konsumen membeli.”
Kesimpulan itu mencerminkan pentingnya strategi harga yang realistis. Harga terjangkau juga membantu kafe menghadapi persaingan. Apalagi konsumen memiliki banyak pilihan tempat nongkrong.
Strategi Harga untuk Bertahan
Temuan ini memberikan pesan penting bagi pengelola kafe. Strategi harga harus disusun berdasarkan karakter konsumen.
Kafe tidak cukup hanya menawarkan harga murah. Kualitas produk tetap harus menjaga kepercayaan pelanggan.
Harga juga perlu dibandingkan dengan kompetitor sekitar. Langkah tersebut membantu pemilik menentukan posisi pasar.
Penelitian menemukan harga, lokasi, dan promosi sama-sama berpengaruh. Ketiganya menjelaskan 71,1 persen variasi minat beli.
Sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Namun, harga tetap menunjukkan koefisien pengaruh paling besar.
Temuan tersebut menjadikan harga prioritas penting bagi pengelola. Kafe perlu memastikan pelanggan merasakan nilai dari pengeluarannya.
Diskon juga dapat memperkuat persepsi harga yang menarik. Namun, strategi diskon tidak boleh mengorbankan keberlanjutan usaha.
Pengelola perlu memahami kapan promosi harga harus diberikan. Segmentasi konsumen juga penting dalam menetapkan nominal menu.
Mayoritas responden penelitian berusia 20 sampai 29 tahun. Kelompok tersebut mencapai 63 persen dari keseluruhan responden.
Data itu menunjukkan dominasi konsumen muda dalam penelitian. Karakter mereka penting dipertimbangkan dalam strategi harga.
Pada akhirnya, konsumen membeli bukan karena murah semata. Mereka mencari harga yang terasa pantas dan bernilai.
Bagi bisnis kafe, keseimbangan itulah yang menentukan ketertarikan. Harga tepat dapat mengubah ketertarikan menjadi keputusan membeli.
Sumber Jurnal: Price Location and Promotion Drive Cons
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















