
Manajemen.umsida.ac.id — Upaya memperkuat transformasi laboratorium berbasis digital terus dilakukan oleh Prodi Manajemen FBHIS Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Sebanyak 20 Asisten Laboratorium (Aslab) angkatan 17 dan 18 mengikuti Pelatihan Windows Server dan Administrasi Kontrol Laboratorium Komputer pada Jumat, 13 Februari 2026, di Lab Terpadu 4, Gedung Laboratorium Center, Kampus 3. Pelatihan bertema “Windows Server for Smart Lab Management” ini difokuskan pada penguatan kemampuan instalasi server, pengaturan hak akses, serta pengelolaan komputer laboratorium secara terpusat.
Melalui pelatihan ini, Aslab dibekali keterampilan teknis untuk memastikan sistem laboratorium berjalan lancar, aman, dan efisien. Pengelolaan berbasis server memungkinkan kontrol akun pengguna, distribusi akses, hingga pemantauan perangkat dilakukan dari satu pusat kendali.
Pemateri pelatihan, Sutrisno, S.M., M.M., menekankan bahwa penguasaan sistem server menjadi kebutuhan mendesak di era laboratorium digital.
“Laboratorium modern tidak bisa lagi dikelola secara manual. Asisten Laboratorium harus memahami sistem server agar mampu menjaga stabilitas jaringan dan keamanan data,” ujarnya.

Metode pelatihan dirancang berbasis praktik. Peserta dibagi dalam empat kelompok untuk melakukan instalasi dan konfigurasi Windows Server, pengaturan jaringan, serta integrasi komputer. Setelah itu, setiap peserta menjalani praktik administrasi kontrol laboratorium secara individu dengan melakukan beberapa pemeliharaan software dan hardware mulai dari hapus Chace, Rycle Bin, Identifikasi kecepatan jaringan, Pengecekan Firewall, Defragment Harddisk dan lain-lain.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberi pengalaman baru dalam memahami sistem manajemen laboratorium secara menyeluruh. “Biasanya kami hanya fokus pada pendampingan praktikum. Di sini kami belajar bagaimana sistem di balik layar bekerja dan bagaimana mengontrolnya,” ungkapnya.
Pendekatan praktik langsung ini diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan laboratorium bagi mahasiswa. Dengan sistem terpusat, potensi gangguan teknis dapat diminimalkan, pengawasan penggunaan perangkat lebih terstruktur, dan keamanan data lebih terjaga.
Pelatihan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen antarangkatan dalam mendukung pengelolaan Smart Lab yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

















