Ketika Kebebasan Menjadi Kunci: Fleksibilitas Waktu dan Rahasia Tingginya Kinerja Driver Gojek

Manajemen.umsida.ac.id – Pekerjaan sebagai driver ojek online sering dianggap sederhana.

Namun, di balik helm hijau dan deru motor yang hilir-mudik, terdapat dinamika kerja yang tidak kalah kompleks dari profesi lainnya.

Salah satu alasan utama mengapa ribuan masyarakat memilih Gojek sebagai ladang penghasilan adalah fleksibilitas waktu kerja sebuah kebebasan yang tidak selalu ditemukan pada pekerjaan formal.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Hasan Ubaidillah SE MM, dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, menguatkan fakta tersebut.

Dari penelitian terhadap 98 driver di Komunitas Gojek “Bang Jack” Sidoarjo, ditemukan bahwa fleksibilitas waktu memiliki pengaruh signifikan dan menjadi faktor paling besar dalam meningkatkan kinerja driver.

Temuan ini mempertegas bahwa kebebasan mengatur jam kerja bukan hanya keuntungan tambahan, melainkan salah satu fondasi produktivitas driver ojek online.

Baca juga: Kejar Target Profesor Sebelum Usia 50, Prof Sigit Buktikan Konsistensi Akademik Tanpa Jalan Pintas

Fleksibilitas yang Menggerakkan Produktivitas
Sumber: Ilustrasi AI

Dalam penelitian tersebut, fleksibilitas dianalisis melalui tiga aspek utama: time flexibility, timing flexibility, dan place flexibility.

Ketiganya menggambarkan sejauh mana driver dapat menentukan sendiri kapan, bagaimana, dan di mana mereka bekerja.

Hasilnya menunjukkan bahwa kebebasan ini mendorong para driver untuk bekerja sesuai ritme pribadi mereka, sehingga berdampak langsung pada efektivitas penyelesaian order.

Salah satu temuan menarik dari data empiris adalah pernyataan responden yang menyatakan, “saya dapat mengatur sendiri jadwal dan tempat kerja saya”, menjadi indikator fleksibilitas paling dominan dalam mempengaruhi kinerja.

Menurut Dr. Hasan Ubaidillah, fleksibilitas bukan sekadar pilihan bekerja kapan saja, melainkan sebuah kebutuhan psikologis yang meningkatkan rasa kendali dalam bekerja.

“Fleksibilitas memberi ruang bagi driver untuk menentukan waktu paling produktif mereka. Ketika mereka bekerja tanpa tekanan jam kerja yang kaku, performa justru meningkat karena ritme kerja selaras dengan kondisi fisik dan mental mereka,” jelasnya.

Tidak mengherankan jika hasil uji statistik memperlihatkan nilai signifikansi <0,001—angka yang sangat kuat untuk menyimpulkan bahwa fleksibilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja driver Gojek.

Lihat juga: Manajemen SDM di Era Hybrid Working: Efisiensi Modern atau Ancaman Baru bagi Produktivitas?

Kebebasan yang Membangun Kinerja Berkelanjutan

Dalam persaingan ketat di industri transportasi online, Gojek menghadapi kompetitor seperti Grab, Maxim, hingga InDrive.

Namun, fleksibilitas waktu menjadi salah satu nilai jual yang membuat profesi driver Gojek tetap menarik.

Dr. Hasan menegaskan bahwa kebebasan memilih jam kerja memberikan peluang bagi driver untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi sesuatu yang semakin dicari dalam ekosistem kerja modern.

“Dalam banyak kasus, fleksibilitas justru lebih menentukan daripada pengalaman kerja. Driver pemula pun dapat menunjukkan kinerja tinggi ketika mereka mampu mengatur ritme kerja yang sesuai dengan kemampuan mereka,” tambahnya.

merujuk pada temuan penelitian yang menunjukkan bahwa pengalaman kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja.

Fleksibilitas juga terbukti mendukung kualitas layanan. Driver yang bekerja dalam kondisi nyaman dan tanpa tekanan waktu yang kaku lebih mampu memberikan pelayanan yang ramah dan responsif kepada pelanggan.

Hal ini menjadi poin penting dalam membangun reputasi positif Gojek sebagai platform transportasi yang mengutamakan pelayanan manusiawi.

Pada akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa fleksibilitas waktu bukan hanya bonus pekerjaan, tetapi strategi manajemen yang efektif.

Bagi driver, fleksibilitas memberi ruang untuk tumbuh.

Bagi perusahaan, fleksibilitas terbukti meningkatkan kinerja dan loyalitas. Dan bagi pelanggan, fleksibilitas menciptakan layanan yang lebih ramah dan responsif.

Fleksibilitas, dengan demikian, adalah kebebasan yang menghasilkan kinerja.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Ketika Startup Ramai-Ramai PHK: Saatnya Menata Ulang Strategi Manajemen SDM yang Berkelanjutan
July 27, 2026By
Tak Sekadar Besar, Perusahaan Perlu Cermat Menjaga Struktur Modal
July 22, 2026By
Laba dan Likuiditas Sehat Bantu Perusahaan Kurangi Ketergantungan Utang
July 17, 2026By
Pecking Order Theory Ungkap Urutan Aman Pendanaan Perusahaan Manufaktur
July 13, 2026By
Tantangan Manajemen Organisasi Modern: Antara Strategi, Tim, dan Adaptasi Perubahan
July 9, 2026By
Manajemen Strategis Jadi Kunci Organisasi Bertahan di Era Disrupsi Digital
July 5, 2026By
Lima Tren HR 2026 Dorong Transformasi SDM Indonesia Menuju Era Kerja Berbasis Digital
July 1, 2026By
Beban Kerja Tinggi Tak Selalu Turunkan Produktivitas, Riset Umsida Ungkap Kuncinya
June 27, 2026By

Prestasi

Bangga, Mahasiswa Manajemen Umsida Raih Emas di Paku Bumi Championship 2026
April 15, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu, Tunjukkan Kemampuan Tanpa Batas di Batu Karate Challenge 2025
January 10, 2026By
Latihan Konsisten Antar Achnaf Naik Podium Meski Tanding dengan Cedera
January 6, 2026By
Latihan Disiplin Jadi Kunci Hani Hidayah Tembus Kejuaraan Taekwondo
January 2, 2026By
Galuh, Wisudawan Berprestasi, Sabet Juara 3 di International Conference 2024
December 9, 2025By
Juara 1 Unilever Entrepreneurship Bootcamp Strategi Marketing Kreatif: Handoko Sabet Penghargaan Wisudawan Berprestasi
December 5, 2025By
Inovasi Ekowisata Desa Pandean Bawa Akmal Menjadi Wisudawan Berprestasi Umsida 46
December 1, 2025By
Perjuangan Ibu 2 Anak yang Kuliah Hingga Meraih Predikat Wisudawan Berprestasi
November 27, 2025By