Prof Sriyono Paparkan Strategi UMKM Bertahan di Ekonomi Digital

Manajemen.umsida.ac.id – Gagasan penguatan ketahanan UMKM melalui ekosistem pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu sorotan dalam ajang INCODE-3 International Conference on Digital Economics yang digelar pada Selasa, 28/04 di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).

Dalam forum internasional tersebut, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Prof Dr Sriyono, memaparkan konsep Integrated Sustainable Financing Ecosystem (ISFE) sebagai model strategis untuk memperkuat daya tahan UMKM di tengah dinamika ekonomi digital.

Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya dibantu melalui akses modal.

Ketahanan usaha harus dibangun melalui ekosistem yang saling terhubung, mulai dari kapasitas pelaku usaha, lembaga pendukung, infrastruktur keuangan, prinsip keberlanjutan, hingga pemanfaatan teknologi.

Baca juga: Studi Ekskursi ke Bandung, Mahasiswa Manajemen Umsida Perluas Wawasan Global

Lima Komponen Utama Penguatan UMKM

Prof Sriyono menjelaskan bahwa konsep ISFE menempatkan UMKM sebagai bagian dari sistem besar yang harus didukung secara menyeluruh.

Ada lima komponen utama yang perlu diperkuat agar UMKM dapat bertahan dan berkembang.

“Ketahanan UMKM dapat diintegrasikan melalui lima komponen utama, yaitu MSMEs Core, infrastruktur keuangan, dukungan kelembagaan, integrasi keberlanjutan (ESG), serta pemanfaatan teknologi digital dan data,” ungkapnya.

Lima komponen tersebut menjadi dasar penting karena tantangan UMKM hari ini semakin kompleks.

Pelaku usaha tidak hanya menghadapi persoalan modal, tetapi juga perubahan perilaku konsumen, tuntutan digitalisasi, persaingan pasar, hingga kebutuhan tata kelola usaha yang lebih berkelanjutan.

Lihat juga: Seni Berbicara sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas dan Kualitas Asisten Laboratorium Manajemen Umsida melalui Pelatihan Public Speaking

Pembiayaan Berkelanjutan Harus Terintegrasi

Prof Sriyono menekankan pentingnya sinergi antar komponen dalam ekosistem pembiayaan UMKM.

Menurutnya, model ini perlu dijalankan secara bertahap dan tidak bisa hanya berhenti pada program bantuan sesaat.

Ia menjelaskan bahwa implementasi ISFE dapat dilakukan melalui pemetaan ekosistem, integrasi kelembagaan, pengembangan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas pelaku usaha, integrasi keberlanjutan, serta monitoring dan evaluasi.

“Implementasi model ini dilakukan melalui tahapan pemetaan ekosistem, integrasi kelembagaan, pengembangan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas, integrasi keberlanjutan, serta monitoring dan evaluasi, sehingga diharapkan mampu menciptakan sistem pembiayaan yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan ini, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan saat menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga lebih siap beradaptasi dengan perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital.

INCODE-3 Jadi Ruang Pertukaran Gagasan Asia

Ajang INCODE-3 turut dihadiri ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah serta akademisi mancanegara dari India, Malaysia, dan Uzbekistan, baik secara luring maupun daring.

Mahasiswa Manajemen Umsida, Ifan Pratama, mengaku terkesan dengan forum tersebut karena menghadirkan banyak perspektif dari berbagai negara.

“Ajang ini sangat penting dan berdampak pada pengembangan pengetahuan ilmu manajemen dan saya yakin bagi ketangguhan ekonomi negara-negara Asia, karena pemateri-pemateri yang hadir membawa masalah dilengkapi solusi dari negaranya masing-masing,” ujarnya.

Melalui forum ini, gagasan ISFE yang dibawa akademisi Umsida menjadi kontribusi penting dalam diskursus penguatan ekonomi berbasis UMKM. Konsep tersebut menegaskan bahwa masa depan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh ekosistem yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Work-Life Balance Bukan Kemewahan, tetapi Kunci Produktivitas di Era Manajemen Modern
August 6, 2026By
Bisnis Berkelanjutan Bukan Sekadar Tren, Melainkan Strategi Jangka Panjang Menuju Keunggulan Perusahaan
August 1, 2026By
Ketika Startup Ramai-Ramai PHK: Saatnya Menata Ulang Strategi Manajemen SDM yang Berkelanjutan
July 27, 2026By
Tak Sekadar Besar, Perusahaan Perlu Cermat Menjaga Struktur Modal
July 22, 2026By
Laba dan Likuiditas Sehat Bantu Perusahaan Kurangi Ketergantungan Utang
July 17, 2026By
Pecking Order Theory Ungkap Urutan Aman Pendanaan Perusahaan Manufaktur
July 13, 2026By
Tantangan Manajemen Organisasi Modern: Antara Strategi, Tim, dan Adaptasi Perubahan
July 9, 2026By
Manajemen Strategis Jadi Kunci Organisasi Bertahan di Era Disrupsi Digital
July 5, 2026By

Prestasi

Bangga, Mahasiswa Manajemen Umsida Raih Emas di Paku Bumi Championship 2026
April 15, 2026By
Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu, Tunjukkan Kemampuan Tanpa Batas di Batu Karate Challenge 2025
January 10, 2026By
Latihan Konsisten Antar Achnaf Naik Podium Meski Tanding dengan Cedera
January 6, 2026By
Latihan Disiplin Jadi Kunci Hani Hidayah Tembus Kejuaraan Taekwondo
January 2, 2026By
Galuh, Wisudawan Berprestasi, Sabet Juara 3 di International Conference 2024
December 9, 2025By
Juara 1 Unilever Entrepreneurship Bootcamp Strategi Marketing Kreatif: Handoko Sabet Penghargaan Wisudawan Berprestasi
December 5, 2025By
Inovasi Ekowisata Desa Pandean Bawa Akmal Menjadi Wisudawan Berprestasi Umsida 46
December 1, 2025By
Perjuangan Ibu 2 Anak yang Kuliah Hingga Meraih Predikat Wisudawan Berprestasi
November 27, 2025By