Kompensasi yang Menentukan Arah Setir: Mengapa Kinerja Driver Gojek Bertumpu pada Sistem Balas Jasa yang Adil

Manajemen.umsida.ac.id – Transportasi online telah berkembang menjadi denyut nadi mobilitas harian masyarakat Indonesia.

Di balik layar aplikasi Gojek yang terus mendominasi pasar dengan 82 persen unduhan pengguna, terdapat ribuan driver yang bekerja di jalanan setiap hari.

Bagi mereka, kinerja bukan sekadar angka. Kinerja adalah soal bagaimana mereka dapat bertahan, berkembang, dan memberi layanan terbaik pada pelanggan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Hasan Ubaidillah SE MM bersama tim di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memberikan gambaran jelas, kompensasi menjadi salah satu faktor paling berpengaruh terhadap kinerja driver Gojek.

Hasil penelitian kuantitatif tersebut menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap performa para pengemudi.

Temuan ini menguatkan apa yang selama ini menjadi keluhan sekaligus harapan para driver bahwa kualitas layanan tidak bisa dilepaskan dari bagaimana perusahaan menghargai kerja keras mereka.

Baca juga: Manajemen Pemasaran: Mengapa Brand yang Baik Bukan Sekadar Logo

Kompensasi sebagai Penggerak Utama Motivasi Driver
Sumber: Ilustrasi AI

Dalam penelitian yang melibatkan 98 driver dari Komunitas Gojek “Bang Jack” Sidoarjo, kompensasi bukan sekadar angka.

Ia hadir dalam bentuk upah per kilometer, insentif, tunjangan, hingga fasilitas berkendara, mulai dari perlengkapan helm hingga akses markas komunitas.

Berdasarkan data empiris, indikator fasilitas kerja menjadi aspek yang dinilai paling penting oleh para driver.

Dr. Ubaidillah menegaskan bahwa kompensasi adalah fondasi dari motivasi kerja.

“Kompensasi yang memadai menjadi motivasi utama bagi driver untuk memberikan kinerja terbaik. Ketika perusahaan menghargai kerja mereka, maka kualitas layanan pun ikut meningkat,” ujarnya ketika dikonfirmasi mengenai temuan penelitian ini.

Hasil uji statistik dalam penelitian itu menunjukkan angka signifikansi 0,006 jelas berada di bawah batas 0,05 yang menandakan bahwa kompensasi memang memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja.

Artinya, setiap peningkatan kebijakan kompensasi dapat langsung berdampak pada pelayanan yang diterima pelanggan Gojek.

Lihat juga: Manajemen Pemasaran: Mengapa Brand yang Baik Bukan Sekadar Logo

Dampak Nyata terhadap Pelayanan dan Reputasi Perusahaan

Temuan penelitian ini menguatkan hubungan antara sistem kompensasi dan kualitas layanan.

Driver yang merasa dihargai cenderung bekerja lebih optimal, menyelesaikan order lebih cepat, dan menjaga kenyamanan pelanggan.

Sebaliknya, kompensasi yang minim dapat menurunkan semangat dan berdampak pada reputasi perusahaan.

Dr Ubaidillah menjelaskan lebih jauh, “Kinerja driver adalah wajah perusahaan di mata pelanggan. Ketika kompensasi berjalan selaras dengan beban kerja di lapangan, maka loyalitas dan performa akan tumbuh dengan sendirinya,” ungkapnya.

Penelitian ini menempatkan kompensasi sebagai salah satu strategi kunci yang harus diperhatikan perusahaan transportasi online jika ingin mempertahankan dominasi pasar.

Di tengah persaingan dengan platform lain seperti Grab, Maxim, dan InDrive, kebijakan kompensasi yang adil dan transparan dapat menjadi pembeda utama.

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa percepatan teknologi tidak boleh mengabaikan manusia di balik kemudi.

Driver bukan sekadar mitra aplikasi mereka adalah penggerak utama layanan. Dan kompensasi adalah cara paling nyata untuk mengakui hal itu.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Bertita Terkini

Ketika Kebebasan Menjadi Kunci: Fleksibilitas Waktu dan Rahasia Tingginya Kinerja Driver Gojek
February 9, 2026By
Manajemen SDM di Era Hybrid Working: Efisiensi Modern atau Ancaman Baru bagi Produktivitas?
January 26, 2026By
Manajemen Pemasaran: Mengapa Brand yang Baik Bukan Sekadar Logo
January 22, 2026By
Sustainability dan Manajemen Bisnis: Menjaga Keseimbangan Antara Keuntungan dan Lingkungan
January 18, 2026By
Manajemen Stakeholder Kunci Keberhasilan Proyek Bukan Cuma Soal Timeline
January 14, 2026By
Agile dalam Manajemen Proyek Dari Cara Kerja Tim IT Menjadi Strategi Bertahan Perusahaan
December 29, 2025By
Coaching Class Prodi Manajemen : Bekal Strategis Hadapi Penelitian dan Publikasi Ilmia
December 25, 2025By
Wawancara Aslab Manajemen UMSIDA : Langkah Awal Menjadi Asisten Laboratorium yang Kompeten
December 21, 2025By

Prestasi

Zabrina Bawa Pulang Emas dan Perunggu, Tunjukkan Kemampuan Tanpa Batas di Batu Karate Challenge 2025
January 10, 2026By
Latihan Konsisten Antar Achnaf Naik Podium Meski Tanding dengan Cedera
January 6, 2026By
Latihan Disiplin Jadi Kunci Hani Hidayah Tembus Kejuaraan Taekwondo
January 2, 2026By
Galuh, Wisudawan Berprestasi, Sabet Juara 3 di International Conference 2024
December 9, 2025By
Juara 1 Unilever Entrepreneurship Bootcamp Strategi Marketing Kreatif: Handoko Sabet Penghargaan Wisudawan Berprestasi
December 5, 2025By
Inovasi Ekowisata Desa Pandean Bawa Akmal Menjadi Wisudawan Berprestasi Umsida 46
December 1, 2025By
Perjuangan Ibu 2 Anak yang Kuliah Hingga Meraih Predikat Wisudawan Berprestasi
November 27, 2025By
Hadapi Tantangan Raih Prestasi, Febi Putri Maharani Jadi Wisudawan Berprestasi FBHIS
November 23, 2025By