Manajemen.umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan kreativitasnya dalam bidang kewirausahaan.
Kali ini, tim mahasiswa dari Program Studi Manajemen berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui usaha bertajuk Warisan Rasa dan Pasar Budaya Pring Sewu.
Usaha tersebut masuk dalam kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan pada tahap bertumbuh.
Tim ini diketuai oleh Rindi Mardiana, mahasiswa Prodi Manajemen, bersama dua anggota lainnya, dengan bimbingan Rohman Dijaya SKom MKom.
Warisan Rasa hadir sebagai usaha yang memadukan kuliner tradisional, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan UMKM masyarakat sekitar.
Melalui konsep Pasar Budaya Pring Sewu, tim ini ingin menghadirkan pengalaman menikmati makanan khas daerah dalam suasana budaya yang kuat dan dekat dengan masyarakat.
Berawal dari Program PMM dan Pasar Pring Sewu

Ketua tim, Rindi Mardiana, menjelaskan bahwa ide pengembangan Warisan Rasa tidak muncul secara tiba-tiba.
Usaha ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya telah dirintis oleh kakak tingkatnya sejak tahun 2023.
“Awalnya pada tahun 2024 saya mengikuti program PMM Pasar Sewu Binangun untuk membangun Pasar Pring Sewu di Binangun. Kemudian Warisan Rasa ini memang sudah ada sejak tahun 2023, jadi saya meneruskan dari kakak tingkat saya,” ungkap Rindi.
Dari pengalaman tersebut, Rindi melihat bahwa Pasar Pring Sewu memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Tidak hanya sebagai ruang jual beli, pasar tersebut juga memiliki nilai budaya yang kuat karena menggabungkan kuliner, seni, dan tradisi lokal.
“Saya terinspirasi dari Pasar Pring Sewu karena di sana ada penggabungan budaya lokal setempat. Dari situ kami melihat peluang bahwa budaya dan kuliner bisa berjalan bersama dalam satu konsep usaha,” jelasnya.
Nama Warisan Rasa sendiri dipilih karena memiliki makna yang dekat dengan tujuan usaha tersebut.
Rindi menjelaskan bahwa nama itu menggambarkan upaya untuk menjaga dan mewariskan rasa tradisional agar tetap dikenal oleh generasi sekarang.
“Filosofinya, Warisan Rasa menunjukkan fokus kami pada pelestarian dan pewarisan rasa tradisional. Jadi bukan hanya menjual makanan, tetapi juga menjaga nilai yang ada di balik makanan itu,” katanya.
Lihat juga: Pengabdian Masyarakat Dosen Umsida Dorong Transformasi Digital UMKM Wanita di Desa Kepuh Kemiri
Memadukan Kuliner Tradisional dan Pentas Budaya

Produk utama Warisan Rasa berupa makanan khas Pring Sewu yang mengedepankan cita rasa tradisional, sehat, aman, nikmat, dan terjangkau. Namun, usaha ini tidak hanya berfokus pada produk kuliner.
Ada layanan pendukung berupa pentas budaya yang menjadi daya tarik utama di Pasar Pring Sewu.
“Produk kami berupa makanan khas Pring Sewu yang sehat dan tradisional, nikmat, aman, dan mantap. Untuk layanannya, ada pentas budaya di Pasar Pring Sewu dan kuliner tradisional yang menjadi bintangnya dengan harga terjangkau,” ujar Rindi.
Menurutnya, keunikan Warisan Rasa terletak pada perpaduan antara santapan tradisional dengan suasana gastronomi dan farmakultur.
Pengalaman menikmati kuliner tidak hanya berhenti pada rasa, tetapi juga diperkuat dengan nuansa budaya yang ditampilkan melalui pertunjukan lokal.
“Keunikannya, Warisan Rasa memadukan layanan santapan dengan nuansa gastronomi tradisional dan farmakultur, lalu diiringi dengan pentas budaya. Jadi pengunjung tidak hanya makan, tetapi juga merasakan suasana budaya,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, tim menggunakan strategi promosi digital melalui Meta Apps.
Selain itu, mereka juga berencana menggandeng influencer untuk memperluas jangkauan promosi, terutama kepada anak muda.
“Kami menggunakan Meta Apps dan rencananya juga akan melakukan endorse influencer. Tantangannya memang karena konsep kami tradisional, jadi tidak semua anak muda langsung tertarik. Karena itu, kami mencoba menggabungkan promosi digital dengan konsep tradisional,” tutur Rindi.
Ia menambahkan, respons masyarakat cukup positif karena program ini turut membantu memajukan UMKM lokal.
Para pelaku usaha kuliner di sekitar Pasar Pring Sewu mendapat ruang untuk berkembang melalui konsep pasar budaya tersebut.
“Respon masyarakat baik karena kami membantu memajukan UMKM setempat. Harapannya, usaha ini bisa menjangkau daerah yang lebih luas lagi,” imbuhnya.
Dosen Pembimbing Dorong Sinergi Bisnis dan Pemerintah
Dosen pembimbing tim, Rohman Dijaya, SKom MKom menjelaskan bahwa Warisan Rasa masuk tahap bertumbuh karena usaha ini sudah berjalan dan mulai menunjukkan perkembangan.
Menurutnya, bisnis tersebut memiliki peluang besar karena tidak bergerak sendiri, tetapi melibatkan tenant kuliner dan mitra yang siap berkembang bersama.
“Karena ini tahap bertumbuh, artinya sejauh ini usaha sudah berjalan dan mulai menunjukkan perkembangan serta diversifikasi produknya,” jelas Rohman.
Ia menilai kekuatan Warisan Rasa terletak pada keberadaan tenant kuliner dari mitra yang dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha.
Selain itu, tim juga diarahkan untuk membangun jejaring business to business dan business to government.

“Kami memiliki tenant kuliner dari mitra yang siap berkembang bersama. Kami juga membantu menghubungkan ke business to business dan business to government,” ujarnya.
Menurut Rohman, karena kolega dan pelanggan yang disasar tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga pelaku bisnis dan pemerintah, maka layanan Warisan Rasa perlu dikembangkan secara fleksibel.
“Karena yang dijadikan kolega dan customer adalah pelaku bisnis ataupun government, tentu butuh kustomisasi layanan,” katanya.
Ia juga melihat bahwa pariwisata dan budaya saat ini mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Hal tersebut menjadi peluang bagi Warisan Rasa untuk tumbuh lebih luas, terutama jika mampu menjaga sinergi dengan pelaku UMKM, mitra bisnis, dan pemerintah.
“Pariwisata dan budaya mulai menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga memiliki potensi perkembangan,” ujarnya.
“Bisnis ini bisa berkembang bersama mitra tenant secara berkelanjutan dan bersinergi bersama mitra bisnis maupun government,” jelas Rohman.
Rindi mengaku bersyukur timnya dapat lolos dalam pendanaan P2MW.
Ia berharap capaian ini menjadi langkah awal untuk memperkuat UMKM lokal dan mengenalkan budaya Pring Sewu ke masyarakat yang lebih luas.
“Kami senang karena lolos P2MW. Harapannya, dengan adanya usaha ini, UMKM daerah Pring Sewu bisa lebih maju lagi,” pungkasnya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















