manajemen.umsida.ac.id – Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Wanita Melalui Digital Marketing dan Akses Terhadap Modal Usaha Desa Kepuh Kemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo” menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan di wilayah tersebut. Kegiatan ini melibatkan kelompok usaha mikro bidang makanan dan minuman yang selama ini masih menjalankan pemasaran secara konvensional dan memiliki keterbatasan dalam membangun identitas produk. Melalui program ini, peserta mendapatkan pendampingan intensif mengenai strategi pemasaran digital dan penguatan branding produk agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Kegiatan pengabdian yang dilakukan pada bulan April – Mei 2026 ini difokuskan pada peningkatan kemampuan digital marketing melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi usaha. Para peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan konten promosi, penggunaan Instagram dan Facebook untuk bisnis, hingga strategi meningkatkan interaksi pelanggan secara digital. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai pentingnya konsistensi unggahan konten dan pemanfaatan fitur digital untuk memperluas jangkauan pasar UMKM desa.

Selain pemasaran digital, program ini menekankan pentingnya branding produk sebagai identitas usaha yang mampu meningkatkan nilai jual produk UMKM. Sebagian besar produk peserta sebelumnya belum memiliki desain logo, kemasan menarik, maupun identitas visual yang konsisten. Oleh karena itu, peserta mendapatkan pendampingan dalam proses rebranding produk, mulai dari penentuan nama merek, desain logo sederhana, pemilihan warna kemasan, hingga penyusunan konsep visual yang sesuai dengan karakter produk lokal. Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM mulai memahami bahwa branding bukan hanya tampilan visual, tetapi juga strategi membangun kepercayaan konsumen. Produk dengan identitas yang jelas dinilai lebih mudah dikenali dan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar digital. Beberapa peserta bahkan mulai menerapkan desain kemasan baru dan mengunggah produk mereka secara aktif di media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran modern.

Program ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital perempuan desa. Sebelumnya, penggunaan smartphone dan internet lebih banyak dimanfaatkan untuk komunikasi pribadi dan hiburan. Setelah kegiatan berlangsung, peserta mulai memahami bahwa teknologi digital dapat menjadi alat produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Transformasi pola pikir ini menjadi salah satu capaian penting dalam kegiatan pengabdian karena membuka peluang kemandirian ekonomi berbasis teknologi. Ketua tim pengabdian, Rizky Eka Febriansah, S.Mb., M.SM. menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan produk UMKM, tetapi juga memperkuat daya saing usaha perempuan desa secara berkelanjutan. Dengan kemampuan digital marketing dan branding yang lebih baik, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar di luar wilayah desa, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan menciptakan usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Program ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDGs 5 tentang kesetaraan gender dan SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Ke depan, kegiatan pemberdayaan ini diharapkan menjadi model pengembangan UMKM perempuan berbasis digital di tingkat desa. Pendampingan lanjutan akan terus dilakukan agar peserta mampu mengelola media digital secara mandiri dan konsisten. Dengan dukungan branding produk yang kuat dan strategi pemasaran digital yang tepat, UMKM perempuan Desa Kepuh Kemiri diharapkan dapat tumbuh menjadi usaha yang lebih kompetitif, mandiri, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal Kabupaten Sidoarjo.

















